apa saran dan kritik anda buat perkembangan pelayanan kami?

cerita humor ngakak

SARUNGKU JATUH

Di suatu desa ada seorang nenek yang tinggal berdua dengan cucunya. Pada suatu hari, nenek menyuruh cucunya yang baru pulang mengaji untuk memetik mangga di depan rumah.

Sambil duduk di kursi goyang dalam ruang tamu, sang nenek menyuruh cucunya.

Nenek: "Cucuku, tolong kamu panjatin pohon mangga di depan rumah, nenek ingin makan mangga."
Cucu: "Iya Nek, mau memetik berapa?"
Nenek: "Dua buah saja, cukup. Hati-hati ya!"

Dengan tetap memakai sarung, sang cucu memanjat pohon mangganya. Selang beberapa saat terdengar suara, "buk...!"
Sang nenek menghitungnya,
Nenek: "Satu..."

Beberapa saat kemudian terdengar lagi, "gedebuk...!"
Pikir Nenek, "Dua.... Tapi kok suaranya keras sekali?"
Nenek: "Cu, itu suara apa yang jatuh?"

Sambil meringis,

Cucu: "Sarungku yang jatuh, Nek!"
Nenek: "Kok keras sekali?"
Cucu: "Iya, sarungnya masih kupakai, Nek!"








KELELAHAN

Pengkhotbah Pria dan Wanita pendeta
Sepulang dari kebaktian Natal, seorang istri pendeta berbaring di sofa karena kelelahan. Ia menumpahkan kekesalannya, "Aduuuh, saya benar-benar merasa capek."

Sang suami memandangnya dan berkata, "Saya heran dengan kamu. Saya telah memimpin dua kebaktian Natal kemarin malam. Hari ini memberi lima kali khotbah. Lalu, kenapa kamu yang merasa kelelahan, Bu?"

Dengan wajah masam sang istri menjawab, "Masalahnya, saya harus duduk mendengarkan semua khotbah itu, kan?"


MEMBANTU ORANG

Galatia Humor Bisnis pendeta
Suatu hari seorang pendeta berkunjung ke rumah jemaatnya. Ia disambut oleh Pak Dermawan dan istrinya. Mereka kemudian berbincang-bincang. Pak Dermawan bercerita tentang sebuah keluarga yang sedang mengalami musibah.

Ia berkata, "Pak, di pinggir kota ini ada sebuah keluarga yang miskin. Sang kepala keluarga telah meninggal dunia. Sang ibu saat ini sedang sakit parah, sehingga tidak bisa pergi kerja. Anak-anaknya mulai kelaparan. Kalau sampai akhir minggu ini tidak ada orang yang membantu membayarkan uang sewa rumahnya, mereka akan kehilangan tempat tinggal mereka. Tidak punya tempat berlindung dari panas dan hujan. Padahal uang sewanya hanya 500 ribu."

Pak Pendeta tampak terharu, "Betapa menyedihkan. Dari mana Bapak tahu tentang cerita ini?"

Pak Dermawan menjawab, "Saya pemilik rumah sewa mereka."


KERTAS DINDING

Ibrani Pria dan Wanita suami istri
Sepasang suami-istri muda pindah ke apartemen baru. Mereka ingin mengganti kertas dinding ruang makan mereka. Mereka mendatangi tetangga sebelah yang punya ruang makan sebesar ruang makan mereka.

"Pak, kami ingin mengganti kertas dinding ruang makan kami. Kebetulan ukurannya sama dengan ruang makan Bapak. Bapak membutuhkan berapa gulung kertas, ya?"

"Tujuh," jawab tetangga mereka dengan ramah.

Berdasarkan informasi tersebut, pasangan itu membeli kertas dinding mahal berkualitas bagus dan mulai membenahi dinding ruangan mereka. Setelah menghabiskan gulungan kertas keempat, ternyata dinding ruang makan telah tertutup dengan rapi. Jengkel karena sudah terlanjur membuang-buang uang, mereka mendatangi tetangga itu lagi.

"Kami mengikuti nasihat Bapak, namun mengapa masih tersisa tiga gulung kertas?"

Tetangga itu tampak terkejut dan menjawab, "Oh, kalian mengalaminya juga, ya?"


MAKAN PERMEN

Seorang ibu mendatangi seorang pendeta, meminta pendeta itu berbicara kepada anaknya, agar menghentikan kebiasaannya makan permen. Pendeta itu menyimak permohonan ibu tersebut, lalu meminta ibu itu datang lagi minggu depan.

Ibu itu mematuhinya. Ketika ia datang lagi, pendeta itu menatap si bocah dan berkata, "Nak, berhentilah makan permen!"

Terperangah oleh sederhananya penyelesaian masalah itu, si ibu bertanya, "Pak Pendeta, kenapa kami harus menunggu sampai seminggu? Bukankah Bapak bisa mengatakannya waktu kami datang menemui Bapak dulu?"

"Saya meminta kalian menunggu selama seminggu karena seminggu yang lalu saya masih makan permen."


LIMA PEMUDA PEMBERANI

Mazmur Humor Pria preman
Seorang preman mendatangi empat pemuda yang baru pulang dari gereja. Ia bermaksud untuk meminta uang kepada mereka.

"Siapa di antara kalian yang berani, hah?" gertaknya.

Pemuda pertama berkata, "Saya."

Pemuda kedua, ketiga, dan keempat berdiri lalu serentak berkata, "Saya juga."

Si preman jadi gentar. Ia kemudian berkata dengan suara keras, "Bagus, bagus. Kalau begitu kita adalah lima orang pemuda pemberani!"



LUPA TARUH DI MANA

Humor Natal Humor Orangtua Yesaya bayi
Sepasang suami istri yang telah menikah puluhan tahun belum juga dikaruniai anak. Tetapi mereka tetap berdoa kepada Tuhan memohon agar mereka dikaruniai seorang anak, walaupun mereka sudah lanjut usia. Akhirnya, apa yang mereka idamkan suatu hari terkabul, si istri hamil pada usia 65 tahun. Mereka pun tak henti-hentinya mengucap syukur kepada Tuhan atas anugerah yang mereka terima.

Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba, si istri melahirkan seorang bayi mungil dan lucu. Para kerabat pun berdatangan untuk mengucapkan selamat. Tetapi pada saat mereka ingin melihat bayinya, ibu tua itu menjawab, "Nanti saja ya..."

Mereka pun terheran-heran dan bertanya, "Mengapa nanti saja?"

"Ya, nanti saja kalau bayinya menangis..." jawab ibu tua itu.

"Mengapa harus menunggu bayinya menangis?" tanya mereka lagi.

Dengan wajah bingung ibu tua itu berkata, "Soalnya aku lupa bayinya kuletakkan di mana..."


PENGALAMAN

Humor Gereja Humor Pria Yesaya bencana
Seorang lelaki lolos dari bencana banjir. Sepanjang hidupnya, ia selalu menceritakan pengalamannya itu berulang-ulang kepada siapa saya yang ditemuinya. Kemudian dia mati dan masuk surga. Dia langsung menemui Petrus, meminta izin agar ia boleh menceritakan pengalamannya selama banjir kepada orang-orang di surga. Tak lama kemudian tampaklah ia dengan bersemangat sedang bercerita kepada para penghuni surga. Semuanya mendengarkan dengan penuh perhatian.

"Nah," katanya menyudahi ceritanya. "Bagaimana menurut kalian? Pengalaman yang luar biasa bukan?"

"Biasa-biasa saja," jawab seorang laki-laki yang duduk di kejauhan.

"Siapa orang itu?", dia bertanya kepada Petrus.

"Oh," jawab Petrus. "Itu Nabi Nuh."

HOBI

Amsal Pria dan Wanita
Rani adalah wanita yang jarang bergaul dengan banyak orang. Hobinya hanya di kamar, buka laptop, lalu browsing komunitas dunia maya. Suatu kali dia diajak berkenalan dengan seorang laki-laki yang bernama Parto. Melihat foto dan identitas si Parto lewat Facebook, si Rani jadi tertarik sama Parto. Setelah tukar menukar nomor handphone...

Krriiiing....

Rani: "Halo..."
Parto: "Rani? Ini Parto."
Rani: "Oh, Mas parto. Apa kabar, Mas?"
Parto: "Baik... Kamu?"
Rani: "Baik juga. Mas, kerja di mana?"
Parto: "Cuma usaha Hotel bintang 4 dan 5 di Jawa dan Bali."

Rani: (Wah... kaya) "Rumahnya di mana?"
Parto: "Pondok Indah bukit Golf."

Rani: (Wah... keren) "Pasti gede rumahnya."
Parto: "Cuma 3000 M."

Rani: (Wuih...) "Pasti mobilnya banyak."
Parto: "Cuma Ferari, Jaguar, BMW, Mercedes."

Rani: (Tajir booook...) "Mas merokok tidak?"
Parto: "Tidak."

Rani: (Wah, suami idaman) "Mas sudah punya istri?"
Parto: "Sampai saat ini belum."

Rani: (Yes, yes, yes) "Mas, hobinya apa?"
Parto: "Membohongi orang."

MARAH

Suami: "Mam, kalau Papa marah sama Mama, kok Mama tidak pernah balas marah-marah? Apa sih rahasianya sehingga Mama bisa menguasai diri?"

Istri: "Mama melampiaskannya dengan membersihkan toilet."

Suami: "Kok bisa, apa hubungannya membersihkan toilet dengan melampiaskan marah?"

Istri: "Mama membersihkan toilet pakai sikat gigi Papa."



TEMBOK YOSUA

Esther seorang guru sekolah minggu mengadakan praktik mengajar di sekolah minggu, di daerah terpencil. Dengan bersemangat ia bertanya pada anak-anak, "Anak-anak, siapa yang merobohkan tembok Yerikho?"

Dengan polosnya anak-anak serempak menjawab, "Bukan kami... Bukan Kami...". Esther sedih dan mengemukakan hal ini kepada Guru Sekolah Minggu di jemaat itu.

Guru-gurunya pun menjawab, "Ibu Esther, anak-anak memang begitu, mereka tidak mau mengakui perbuatan mereka. Nanti, kami tanyakan pelan-pelan pasti ada yang mau mengakuinya..." Ibu Esther makin sedih.

Malamnya ada rapat majelis, Esther mengemukakan kejadian pagi dan siang hari itu. "Saya Sedih karena anak-anak sekolah minggu bahkan guru-gurunya tidak ada yang tahu siapa yang merobohkan tembok Yerikho..." Sidang majelis berembuk sejenak, dan ketika ada keputusan, Ibu Esther dipanggil.

Ketua sidang berkata demikian, "Ibu Esther kami telah sepakat. Begini saja. Hitung saja berapa anggarannya nanti kami yang ganti."

Ibu Esther langsung pingsan.



GELAP

Dua pemuda dari sebuah desa terpencil untuk pertama kalinya masuk ke gedung bioskop. Ketika mereka masuk, film baru dimulai. "Wah, gelap sekali ya?" kata seorang kepada temannya. Seorang penjaga mendatangi mereka dengan senter menyala. "Awas!" teriak salah satu dari mereka, "Ada sepeda menuju kita!"